Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

KETAWADHU'AN SAYYIDINA ALI

 KETAWADHU'AN SAYYIDINA ALI Dikisahkan pernah ketika Sayyidina Ali Zainal Abidin di suatu majelis, tiba-tiba ada seseorang berdiri memaki-maki beliau habis-habisan. Murid-murid Sayyidina Ali tak tahan, ingin memarahi orang tersebut, tapi dicegah oleh beliau. Beliau justru mendengarkan omongan orang tersebut sampai selesai.  Lalu berkata, "Tidak ada orang sejujur kamu. Terima kasih telah menunjukkan kesalahanku. Tapi sebenarnya masih banyak kesalahanku yang belum kamu ketahui." Maka beliaupun menghadiahkan surbannya kepada orang tersebut sebagai tanda terima kasih,  serta memberinya uang yang banyak sekali. Maka orang tersebut berubah, yang asalnya marah kepada Sayyidina Ali, menjadi kagum kepada beliau dan akhirnya berkata, أشهد أنك من أولاد رسول  اللّٰه "Saya bersaksi  bahwa kamu benar-benar keturunan Rosulullah saw. Sumber :: Kajian kitab Risalatul Mua'awanah bersama Habib Taufiq bin Abdulqodir Assegaf

Nikah Muda

 NIKAH MUDA Saat Abahku memaksaku untuk menikah "Aku ingat,saat itu usiaku masih 18 Thn,Tiba-tiba abahku memintaku untuk segera menikah,beliau sepertinya condong kpd pendapat sebagian ulama yg menyatakan : "WAJIB (jika ia mampu) bagi seorang ayah menikahkan anaknya jika ia sudah dewasa,dan sudah dipandang "perlu" untuk menikah" pendapat ini berdasarkan Hadits Riwayat Al Baihaqi dari Abdullah Bin Abbas,Rasulullah Saw bersabda : "من ولد له ولد فليحسن إسمه و أدبه فإذا بلغ فليزوجه فإن بلغ و لم يزوجه فأصاب إثما فإنما إثمه على أبيه" "Barang siapa yg memiliki seorang anak,maka berikan ia nama yg baik, dan ajarkan ia adab yg baik, jika ia sudah baligh maka nikahkanlah,jika ia sudah baligh,dan sang ayah belum menikahkannya,lantas ia jatuh dalam perbuatan dosa,maka yg menanggung. dosanya adalah ayahnya" Aku betul- betul terkejut Ketika abahku menawarkanku untuk menikah di waktu  itu,aku sama sekali tdk menyangka,krn memang aku masih bel...