Langsung ke konten utama

Tangisan adalah Cahaya untuk Hati

Tangisan adalah Cahaya untuk Hati

   Junjungan kami Al-Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad ra. berkata, "Tangisan adalah cahaya untuk hati. Nabi SAW bersabda, 'Jika ada seorang yang menangis dalam satu umat, niscaya mereka akan dirahmati Allah.' Akan tetapi tangisan ini karena takut kepada Pencipta.

   Bukan tangisan buatan yang ditujukan untuk makhluk walaupun tidak menginginkan sesuatu dari makhluk itu seperti pangkat dan harta, akan tetapi supaya dirinya terlihat rendah hati.

   Atau karena rasa malu jika tidak menangis karena dia pernah terlihat menangis sebelumnya, lalu dia memaksakan tangisan karena rasa malu.

   Sedangkan tangis karena rasa takut, kadang-kadang datang pada seseorang, dan jika banyak sekali dan sering maka akan menjadi kebiasaan.

   Dianjurkan agar menyembunyikan tangis di dalam hati dan mencegah air mata mengalir. Karena hal ini akan menambah cahaya di dalam hati dan lebih membekas di dalamnya daripada ditampakkan. Karena ketika ditampakkan terdapat bangga diri.

   Di dalam riwayat disebutkan, 'Sesungguhnya Allah memiliki hamba yang tertawa secara terang-terangan karena luasnya rahmat Allah, dan menangis secara sembunyi-sembunyi karena takut kepada Allah.'"

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.
[ Al-Manhaj as-Sawiy, Syarh Ushul Thariqah as-Sadah Al-Ba 'Alawi lil Al-'Allamah Al-Muhaqqiq Ad-Da'illallah Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith ]

*Penyakit Keraguan*

   Penyakit yang harus dibersihkan oleh seseorang dari hatinya adalah penyakit keraguan tentang Allah SWT dan Rasul-Nya serta adanya akhirat.

   Karena hal ini termasuk penyakit hati terbesar yang membawa kebinasaan di akhirat dan membawa dampak yang sangat buruk, terutama saat kematian terkadang _naudzu billah_ membawa seseorang pada akhir kematian yang buruk.

   Keraguan ini sering menimpa sebagian orang. Jadi siapapun yang memiliki keraguan ini, maka tidak boleh memendamnya dalam hati sehingga ia menghadap Allah SWT dalam keadaan ragu.

  Justru ia harus berusaha untuk menghilangkannya dan berupaya menghapuskannya dengan segala cara yang ia bisa.

   Cara yang paling bermanfaat dalam menghilangkannya adalah bertanya kepada para ulama yang mengenal Allah SWT dan agama-Nya dari kalangan ahli yaqin dan yang takut kepada-Nya juga hidup zuhud di dunia.

   Apabila ia tidak menemukan salah seorang dari mereka, maka hendaknya ia membaca buku-buku yang mereka tulis mengenai ilmu tauhid dan keyakinan.

   Bukanlah keraguan yang aku maksud di sini perasaan was-was yang dialami seseorang mengenai keimanan yang ia ketahui akan kebatilannya, dan ia mendapati hatinya tetap bersikeras menantangnya sedangkan dirinya pun juga membenci hal ini.

   Tentu saja hal ini adalah was-was dan cukup bagi seseorang untuk mengatasinya dengan membenci dan berlindung kepada Allah SWT darinya.

*ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ*
.
[ _an-Nashaih ad-Dinniyyah wal Washaya al-Imaniyyah_ lil Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad ]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...

makalah dakwah rasulullah periode madinah lengkap

Tugas kelompok Mata kuliah  :  Sejarah Peradaban Islam Dosen            :  Asra Azis, S.Hum., MA         ABD.KADIR INSTITUT AGAMA  ISLAM  JURUSAN  TARBIYAH ALMAWADDAH   WARAHMAH KOLAKA 2014 KATA PENGANTAR É O ó ¡ Î 0 « ! $ # Ç ` » u H ÷ q §  9 $ # É O Š Ï m §  9 $ # Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita sehingga maka lah dengan judul “DAKWAH RASULULLAH  PERIODE MADINAH ” dapat diselesaikan tepat waktu. Makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah SEJARAH PERADABAN ISLAM . Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini agar mahasiswa dapat memahami lebih dalam tentang materi tersebut. Makalah ini tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan dan kerjasama dari rekan-rekan ...

makalah bahasa arab lengkap

Makalah Bahasa Arab BAB   I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Di dalam Bahasa Arab mempelajari Ilmu Nahwu sangatlah penting karena dari situlah bisa mempelajari bahasa arab dengan mudah. Selain itu, mempelajari Ilmu Nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, artinya ; karena menurut kaidah hukum Islam, mengerti Ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an hukumnya fardlu ‘ain. Dan sangat dianjurkan bagi manusia untuk menjaga lisannya dari kesalahan dan biasa faham artinya Al-Qur’an dan Hadits maka oleh karena itulah Ilmu Nahwu harus dipelajari dan difahami lebih didahulu dibanding ilmu yang lain karena tanpa Ilmu Nahwu tidak akan pernah dapat dipahami. B.        Pengertian Kalimat Isim yang dibaca rofa itu ada tujuh sebagaimana yang akan dibahas dalam babnya masing-masing. Fa’il itu kalimat Isim baik soreh atau muawal yang dibaca rofa yang sebelumnya t...