Langsung ke konten utama

Makalah Evaluasi Pendidikan

DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                                                              
Daftar Isi                                                                                                                        ii
Bab I Pendahuluan                                                                                                    
  1. Latar Belakang                                                                                                1
  2. Rumusan Masalah                                                                                           1
Bab II Pembahasan
  1. Teknik Analisis Soal Tes                                                                                                                                            
  2. Prosedur Analisis Item yang Lebih Sederhana untuk
Norm-Referenced Tests
  1. Interpretasi Data Analisis Item Tes Norm-Referenced
  2. Prosedur Analisis Item untuk Criterion-Referenced Tests
Bab III Penutup
  1. Kesimpulan
  2. Saran – Saran
Daftar Pustaka



 


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Diera modern sekarang ini, kurikulum yang ada di Indonesia juga semakin modern karena belum selesai Kurkulum KBK di tambah lagi kurikulum yang namanya kurikulum KTSP, hanya menjelang satu tahun ada lagi pergantian kurikulum, sehingga pihak sekolah yang pusing dan harus bertanggung jawab dalam mengembang amanah yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak sekolah.
            Dari instruksi diatas jelaslah bahwa kurikulum bukan hanya apa yang tercantumdidalam buku pedoman kerja atau garis-garis besar program pengajaran melainkan mencakup semua kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan sekolah, baik yang tertulis maupun tidak tertulis.
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka kurukulum sekolah dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pedidikan itu harus sejalan dengan tuntunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. sehingga dalam hal ini guru yang bertanggungjawab penuh dalm mencerdaskan anak didiknya, untuk mencapai hal demikian maka guru harus berusaha semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik demi mencapai tujuan bersama.

B. Rumusan Masalah
            Dari latar belakang di atas kami dapat menarik seuatu permasalahan yaitu :
1.      Bagaimana Teknik Analisis Soal Tes !
2.      Bagaimana Prosedur Analisis Item yang Lebih Sederhana untuk Norm-Referenced Tests !
3.      Bagaimana Interpretasi Data Analisis Item Tes Norm-Referenced !
4.      Bagaimana Prosedur Analisis Item untuk Criterion-Referenced Tests !





BAB II
PEMBAHASAN

A. Teknik Analisis Soal Tes
            Salah satu cara untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang paling efektif ialah dengan jalan mengevaluasi tes hasil belajar yang diperoleh dari proses belajar-mengajara itu sendiri. Dengan kata lain, hasil tes itu kita olah sedemikian rupa sehingga dari hasil pengolahan itu dapat kita ketahui komponen-komponen manakah dari proses belajar-mengajar itu yang masih lemah. Pengolahan tes hasil belajar dalam rangka memperbaiki proses belajar-mengajar dapat dilakukan dengan cara membuat analisis soal (item analysis) dan dengan cara menghitung validitas dan keandalan tes.
            Menurut Thorndike dan Hagen bahwa analisis terhadap soal-soal tes yang telah dijawab oleh murid-murid mempunyai dua tujuan penting yaitu :
Pertama, jawaban-jawaban soal itu merupakan informasi diagnostik untuk meneliti pelajaran dari kelas itu dan kegagalan-kegagalan belajarnya, serta selanjutnya untuk membimbing ke arah belajar yang lebih baik.
Kedua, jawaban-jawaban terhadap soal-soal yang terpisah dan perbaikan (review) soal-soal yang didasarkan atas jawaban-jawaban itu merupakan basis bagi penyiapan tes-tes yang lebih baik tahun berikutnya
            Kemudian dengan membuat analisis soal tersebut juga kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal, yaitu :
1.      Sampai dimana tingkat taraf kesukaran soal itu
2.      Apakah soal itu mempunyai daya pembeda, sehingga dapat membedakan kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh.
3.      Apakah semuat alternatif jawaban (options) menarik ataukah ada yang demikian tidak menarik sehingga tidak perlu dimasukkan kedalam soal
Untuk menghitung taraf kesukaran dan daya pembeda tiap soal dari suatu tes, kita perlu terlebih terdahulu mengelompokan hasil tes tersebut menjadi tiga kelompok berdasarkan peringkat dari keseluruhan skor yang kita peroleh. Ketiga kelompok uang dimaksud yaitu :
  - Kelompok pandai atau upper group (25 % dari peringkat bagian atas)
  - Kelompok kurang atau lower group (25 % dari peringkat bagian bawah)
  - Kelompok sedang atau middle group (50 % dari peringkat bagian tengah)
Yang kita perlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai dan kelompok kurang sedangkan kelompok sedang kita biarkan

B. Prosedur Analisis Item yang Lebih Sederhana untuk Norm-Referenced Tests
            Ada beberapa prosedur analisis item yang dapat dilakukan terhadap norm-referenced tests. Bagi tes-tes hasil belajar yang informal yang digunakan dalam pengajaran, agaknya diperlukan prosedur yang sederhana saja. Langkah-langkah berikut merupakan prosedur yang simple, tetapi efektif. Misalnya kita akan menganalisis 32 lembar jawaban tes multiple choise dengan 5 option. Maka langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.      Susunlah 32 lembar jawaban tes tersebut pada skor yang paling tinggi ampai skor yang paling rendah.
2.      Ambil kurang lebih sepertiga dari jumlah lembar jawaban tes itu yang mendapat skor tinggi, dan sebutlah ini upper group (10 lembar). Ambil pula kurang lebih sepertiga dari jumlah lembar jawaban tes itu yang mendapat skor rendah, dan sebutlah lower grouf  (10 lembar pula). Pisahkan yang selebihnya, yaitu yang termasuk middle group (12 lembar)
3.      Untuk tiap item, hitunglah jumlah siswa dari upper grouf yang memilih tiap alternative (option), kemudian kerjakan, begitu juga pada lower grouf.
4.      Catatlah jumlah dari langkah 3 tersebut di dalam catatan tes dalam kolom dimana alternative itu dipilih. Atau itu gunakanlah “kartu item” yang terpisah
5.      Taksirlah tingkat kesukaran soal dengan menghitung persentase siswa yang menjawab item itu dengan benar. Dengan demikian, karena “tingkat kesukaran” itu menunjukkan persentase jawaban itrm yang benar, maka makin kecil persentase menunjukkan makin sulit item itu. Adapun rumusnya :
          R   
P =          x 100
          T
 
P = Persentase yang menjawan item itu dengan benar
                                   R = Jumlah yang menjawab item itu dengan benar
                                   T = Jumlah total yang mencoba menjawan item itu
6.      Taksirlah daya pembeda item itu dengan membandingkan jumlah siswa dalam upper grouf dan lower grouf yang menjawab item itu dengan benar.
          U    -   L
    DP =
             1\2 T
 
Rumus Daya Pembeda sebagai berikut
                                DP   = Daya Pembeda yang dicer-
                                U     = Jumlah jawaban yang benar dari upper grouf
                                L     = Jumlah jawaban yang benar dari lower grouf
                                1\2T = Setengah dari jumlah upper dan lower-grouf
7.      Tentukan keefektifan distruktornya dengan membandingkan jumlah siswa pada upper grouf dan lower grouf yang memilih tiap alternative yang salah. Distruktor yang baik akan memikat lebih banyak siswa dari lower grouf ketimbang dari upper grouf. Analisa seperti ini sangat berguna untuk mengevaluasi suatu item tes, dan jika dikombinasikan dengan maksud untuk memeriksa item itu sendiri, hasil analisa itu memberikan imformasiyang sangat bergunabagi pengembangan item itu

C. Interpretasi Data Analisis Item Tes Norm-Referenced
            Jika kita menggunakan jumlah siswa yang relative kecil dalam menganalisa items tes hasil belajar kelas, imformasi analisis item hendaknya diiterpretasikan dengan sangan hati. Baik tingkat kesukaran maupun daya pembeda suatu item  dapat berubah-ubah atau berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Dengan demukian, tidaklah bijaksana menentukan suatu tingkat minimum dari daya pembeda untuk pemilihan item, atau membeda-bedakan items berdasarkan perbedan yang kecil dalam indeks-indeks diskriminasinya. Oleh karena itu, kita hendaknya lebih memperhatikan items yang memiliki tingkat kesukaran 50% dan items yang memiliki daya pembeda yang tinggi. Namun, sifat tentatif dari data yang kita peroleh memberikan kelonggaran yang besar pada kita untuk membuat kesalahan
            Jika suatu item menunjukkan indeks positif dalam diskriminasi, jika semua alternatifnya berfungsi secara efektif, dan jika item itu mengukur secara pedagosis hasil yang signifikan, item itu hendaknya dipertahankan dan disimpan dalam file item untuk digunakan pada waktu yang akan dating

D. Prosedur Analisis Item untuk Criterion-Referenced Tests
            Dasar pemikiran dalam mengevaluasi items dalam tes penguasaan criterion-referenced  adalah sampai sejauh mana tiap items dapat mengukur hasil pengajaran. Jika suatu items dapat dijawab dengan benar oleh semua siswa, baik sebelu maupun sesudah diajari, jelaslah bahwa item itu tidak mengukur hasil pengajaran. Demikian juga, jika suatu item dijawab salah oleh semua siswa, baik sebelum maupun sesudah diajarkan, items tersebut tidak berfungsi sebagai alat evaluasi. Kedua-duanya merupakan contoh ekstrem, namun kedua contoh tersebut memberikan memberikan petunjuk penting bagi prncapaian pengkuran hasil pengajaran sebagai satu dasar bagi penentuan kualitas item.
            Untuk memperoleh ukuran keefektifan item berdasarkan hasil pengajaran, guru harus memberikan tes yang sama sebelum dan sesudah mengajar. Item yang efektif akan dijawab benar oleh sejumlah lebih besar siswa sesudah pengajaran dari pada sebelum pengajaran. Indeks Sensitivitas bagi keberhasilan pengajaran (S) dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
          RA    -   RB
S =
                T
 
                                                S   = Sensitivitas keberhasilan yang dicari
RA = Jumlah siswa yang menjawab benar item 
         itu sesudah pengajaran
RB  = Jumlah siswa yang menjawab benar item 
            itu sebelum pengajaran
T   = Jumlah total jawaban item itu yang benar
         kedua-duanya, sebelum & sesudah pengajaran
Ada beberapa pembatasan dalam penggunaan indeks sensitivitas itu :
1.      Guru harus memberikan tes itu dua kali untuk menghitung indeks
2.      Suatu indeks yang rendah tidak selalu benar menunjukkan item yang tidak efektif atau pengajaran yang tidak efektif
3.      Respons para siswa terhadap item-item itu sesudah menerima pelajaran, mungkin sedikit-banyaknya dipengaruhi oleh pengajaran mereka pada tes yang sama yang telah dilakukan pada waktu sebelum menerima pelajaran. Pembatasan yang terakhir ini akan lebih terlihat dan dirasakan siswa jika pengajaran itu diberikan dalam waktu yang singkat






 

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Dari pembahasan diatas kami dapat menarik suatu kesimpulan yaitu :
 1. Salah satu cara untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang paling efektif ialah dengan jalan mengevaluasi tes hasil belajar yang diperoleh dari proses belajar-mengajara itu sendiri. Dengan kata lain, hasil tes itu kita olah sedemikian rupa sehingga dari hasil pengolahan itu dapat kita ketahui komponen-komponen manakah dari proses belajar-mengajar itu yang masih lemah. Pengolahan tes hasil belajar dalam rangka memperbaiki proses belajar-mengajar dapat dilakukan dengan cara membuat analisis soal (item analysis) dan dengan cara menghitung validitas dan keandalan tes.
 2. Ada beberapa prosedur analisis item yang dapat dilakukan terhadap norm-referenced tests. Bagi tes-tes hasil belajar yang informal yang digunakan dalam pengajaran, agaknya diperlukan prosedur yang sederhana saja. Langkah-langkah berikut merupakan prosedur yang simple, tetapi efektif. Misalnya kita akan menganalisis 32 lembar jawaban tes multiple choise dengan 5 option.
 3. Jika kita menggunakan jumlah siswa yang relative kecil dalam menganalisa items tes hasil belajar kelas, imformasi analisis item hendaknya diiterpretasikan dengan sangan hati. Baik tingkat kesukaran maupun daya pembeda suatu item  dapat berubah-ubah atau berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
 4. Dasar pemikiran dalam mengevaluasi items dalam tes penguasaan criterion-referenced  adalah sampai sejauh mana tiap items dapat mengukur hasil pengajaran. Jika suatu items dapat dijawab dengan benar oleh semua siswa, baik sebelu maupun sesudah diajari, jelaslah bahwa item itu tidak mengukur hasil pengajaran. Demikian juga, jika suatu item dijawab salah oleh semua siswa, baik sebelum maupun sesudah diajarkan, items tersebut tidak berfungsi sebagai alat evaluasi.
B. Saran – Saran
            Adapun saran-saran dari penulis, bahwasanya kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan atau ksalahan baik dari segi penulisan maupun sistematikanya, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan, sehingga makalah kami dapat lebih baik dikemudian hari.
           







                                                                                          







DAFTAR PUSTAKA

Purwanto Ngalim. ………”Prinsip-Prinsip & Teknik Evaluasi pengajaran”. PT.  Remaja Rosdakarya: Bandung
Hasbullah. 2006. Dasar – dasar Ilmu Pendidikan “ PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.







































Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...

makalah dakwah rasulullah periode madinah lengkap

Tugas kelompok Mata kuliah  :  Sejarah Peradaban Islam Dosen            :  Asra Azis, S.Hum., MA         ABD.KADIR INSTITUT AGAMA  ISLAM  JURUSAN  TARBIYAH ALMAWADDAH   WARAHMAH KOLAKA 2014 KATA PENGANTAR É O ó ¡ Î 0 « ! $ # Ç ` » u H ÷ q §  9 $ # É O Š Ï m §  9 $ # Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita sehingga maka lah dengan judul “DAKWAH RASULULLAH  PERIODE MADINAH ” dapat diselesaikan tepat waktu. Makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah SEJARAH PERADABAN ISLAM . Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini agar mahasiswa dapat memahami lebih dalam tentang materi tersebut. Makalah ini tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan dan kerjasama dari rekan-rekan ...

makalah bahasa arab lengkap

Makalah Bahasa Arab BAB   I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Di dalam Bahasa Arab mempelajari Ilmu Nahwu sangatlah penting karena dari situlah bisa mempelajari bahasa arab dengan mudah. Selain itu, mempelajari Ilmu Nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, artinya ; karena menurut kaidah hukum Islam, mengerti Ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an hukumnya fardlu ‘ain. Dan sangat dianjurkan bagi manusia untuk menjaga lisannya dari kesalahan dan biasa faham artinya Al-Qur’an dan Hadits maka oleh karena itulah Ilmu Nahwu harus dipelajari dan difahami lebih didahulu dibanding ilmu yang lain karena tanpa Ilmu Nahwu tidak akan pernah dapat dipahami. B.        Pengertian Kalimat Isim yang dibaca rofa itu ada tujuh sebagaimana yang akan dibahas dalam babnya masing-masing. Fa’il itu kalimat Isim baik soreh atau muawal yang dibaca rofa yang sebelumnya t...