Langsung ke konten utama

Nabi palsu pada zaman kekhalifahan Abu Bakar

Sepeninggalnya Nabi Muhammad SAW, banyak bermunculan Para Nabi palsu, seperti :
1. Aswad al-Ansi
2. Musailamah
3. Thulaihah Ibnu Khuwailid
4. Saj'ah
1. Aswad al-Ansi, merupakan orang pertama yang mengaku sebagai nabi. Ia adalah pemimpin suku Ansi di Yaman. Ia berhasil merekrut sejumlah pasukan dan bersekutu dengan daerah-daerah sekitar Yaman untuk melancarkan pemberontakan terhadap pemerintahan Islam.
2. Musailamah, orang yang berasal dari suku Bani Hanifah di pusat jazirah Arab. Ia mengaku sebagai nabi dan mengadakan gerakan penghasutan di Yamamah. Sebenarnya ia datang ke Madinah beserta sejumlah utusan sebagai orang beriman, namun dalam perjalanan pulang ia mengaku dirinya sebagai nabi. Kedatangan beliau diterima dengan baik oleh suku Hanifah, karena memang sejak lama mereka tidak suka dengan seorang nabi dari suku Quraisy. Karena itu, mereka dengan amat mudah menerima kedatangan Musailamah dan mengakuinya sebagai seorang nabi yang datang dari suku mereka sendiri.
3. Thulaihah Ibnu Khuwalid, adalah orang yang mahir dalam peperangan dan terkenal sebagai orang kaya dari suku Bani As'ad, Arabia selatan. Ia melancarkan perlawanan secara terang-terangan terhadap pemerintahan Islam sambil mengaku dirinya sebagai seorang nabi setelah wafatnya Rosulullah SAW.
4. Saj'ah, adalah seorang wanita Kristen yang mengaku sebagai seorang nabi. Ia berasal dari suku Yarbu di Asia Tengah. Sekalipun ia mendapat dukungan dari mayoritas masyarakatnya, namun ia tidak memiliki keberanian melawan kekuasaan Islam. Karena itu, ia membentuk kekuatan persekutuan dengan cara melangsungkan perkawinan dengan Musailamah Al-Kadzab.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...

KEUTAMAAN NEGERI SYAM

  KEUTAMAAN NEGERI SYAM Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Syam secara umum adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara yaitu Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah. Dan wilayah ini memiliki fadhilah khusus baik secara tersirat maupun tersurat di dalam al Quran dan juga Hadits Nabawi. Berikut diantaranya : 1. Negeri yang diberkahi وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia”.(QS. al Anbiya :71) اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان “Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat mas...

makalah bahasa arab lengkap

Makalah Bahasa Arab BAB   I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Di dalam Bahasa Arab mempelajari Ilmu Nahwu sangatlah penting karena dari situlah bisa mempelajari bahasa arab dengan mudah. Selain itu, mempelajari Ilmu Nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, artinya ; karena menurut kaidah hukum Islam, mengerti Ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an hukumnya fardlu ‘ain. Dan sangat dianjurkan bagi manusia untuk menjaga lisannya dari kesalahan dan biasa faham artinya Al-Qur’an dan Hadits maka oleh karena itulah Ilmu Nahwu harus dipelajari dan difahami lebih didahulu dibanding ilmu yang lain karena tanpa Ilmu Nahwu tidak akan pernah dapat dipahami. B.        Pengertian Kalimat Isim yang dibaca rofa itu ada tujuh sebagaimana yang akan dibahas dalam babnya masing-masing. Fa’il itu kalimat Isim baik soreh atau muawal yang dibaca rofa yang sebelumnya t...