Langsung ke konten utama

Postingan

TUGAS KITA HANYA SEBATAS BERJUANG

  TUGAS KITA HANYA SEBATAS BERJUANG Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Tugas kita hanyalah berjuang, bukan untuk menghadirkan kemenangan. Berharap menang itu boleh, menjalankan sebab untuk meraihnya adalah perintah, tapi berjuang hanya untuk menang itu salah. Berapa banyak pejuang kebenaran, berguguran di gelap dan pekatnya malam kedzaliman. Tanpa pernah melihat terbitnya fajar kemenangan. Tugas kita hanya berjuang, bukan untuk bisa mengalahkan kebatilan. Karena kalahnya kebatilan terkadang bukan di tangan superheronya kebenaran. Musa yang berjuang menghadapi Fir'aun dengan berbekal mukjizat. Namun, kematian si tiran bukanlah di ujung tongkatnya yang luar biasa, tapi air lautan yang mengakhiri kecongkakan Fir'aun dengan menenggelamkannya. Ibrahim dengan segala keberaniannya menghadapi Namrud, tapi binasanya si durjana bukan oleh mukjizat Ibrahim, tapi justru oleh sebab sekor nyamuk yang masuk ke tubuhnya. Ketika pasukan ahzab mengepung Madinah, bukan pedang dan ujung tombak sahabat y...

MEMPERSIAPKAN GENERASI PEMBUKA AL AQSHA

  MEMPERSIAPKAN GENERASI PEMBUKA AL AQSHA Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Sebuah fakta yang bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita, bahwa para pembuka masjidil Aqsha yakni sayidina Umar dan Shalahuddin, keduanya bukanlah orang asli Palestina. Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu adalah orang Makkah yang pindah ke Madinah, sedangkan Shalahuddin al Ayyubi rahimahullah adalah orang Iraq yang kemudian menetap di Suriah. Karena itulah saudara-saudara kita di Palestina pernah berkata : “Kami hari ini membela dan menjaga al Aqsha, sekedar agar ia tidak hilang dari peta dunia. Adapun yang akan membebaskan negeri ini, kami yakin bukanlah dari kami, sebagaimana sebelumnya al Aqsha dibuka bukan oleh orang-orang Palestina." Tidak mustahil bahwa akan lahir generasi Umar dan Shalahuddin dari negeri ini. Karena kita dalam keadaan yang memungkinkan untuk banyak melakukan persiapan. Negeri kita aman, madrasah dan pesantren tempat menempa calon pejuang bertebaran. Kita punya kesempatan lebih...

BOLEHKAH MENGULUR WAKTU SHOLAT KARENA SUATU ACARA?

 BOLEHKAH MENGULUR WAKTU SHOLAT KARENA SUATU ACARA? Oleh : Kyai Sumarsam  Banyak kita jumpai dan dengar sebagian para da’i atau penceramah di media massa/TV/online/Radio, dll, dengan suara lantang mengeluarkan pernyataan sangat tendensius, yang intinya mereka mengatakan diantaranya sebagai berikut: “Percuma lembaga ulama ketika azan sudah dikumandangkan tidak segera menghentikan acara/Ta’lim malah meneruskannya, apa artinya mereka itu ulama yang paham hukum Islam, mereka tak ubahnya seperti orang yang munafiq tidak mengutamakan Shalat berjamaah tepat pada waktunya”, dll. Mensikapi statmen tsb, melalui tulisan ini saya kan mencoba utk mengulasnya. Berikut ini ulasannya: Pada dasarnya menunda berjamaah karena Ta’lim atau acara, jumhur ulama sepakat membolehkannya terutama Madzhab Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Syafi’i. Perlu dipahami bahwa menunda berjamaah bukan berarti tidak berjamaah (meninggalkan shalat berjamaah). Menunda berjamaah bukan berarti melambat-lambatkan waktu ...

JANGAN MUDAH MENUDUH SESAT APALAGI MENUDUH MUSYRIK

 J ANGAN MUDAH MENUDUH SESAT APALAGI MENUDUH MUSYRIK!!! Janganlah sekali-kali kita mudah menghukumi suatu perbuatan sebagai kesesatan dan kemusyrikan. Sebab, jika ada sahabat Nabi, pembesar tabiin atau imam-mam besar Islam yang pernah melakukannya, berarti tanpa sadar kita telah menuduh mereka sebagai orang-orang sesat dan musyrik. Misalnya, jika kita menghukumi tabarruk dengan atsar nabi Muhammad adalah perbuatan syirik. Padahal, ada sahabat nabi yang bertabarruk dengan atsar nabi. Berarti tanpa sadar kita telah menuduh sahabat nabi tersebut sebagai orang musyrik. Atau, misalnya jika kita menghukumi minta bantuan jin adalah perbuatan syirik secara mutlak. Padahal ada sahabat nabi yang pernah meminta bantuan jin. Berarti tanpa sadar kita telah menuduh sahabat nabi tersebut sebagai orang musyrik. Atau, misalnya jika kita menghukumi bertawassul dengan nabi Muhammad adalah perbuatan syirik. Padahal ada sahabat nabi yang pernah bertawassul dengan nabi Muhammad. Berarti tanpa sadar kita...

KETAWADHU'AN SAYYIDINA ALI

 KETAWADHU'AN SAYYIDINA ALI Dikisahkan pernah ketika Sayyidina Ali Zainal Abidin di suatu majelis, tiba-tiba ada seseorang berdiri memaki-maki beliau habis-habisan. Murid-murid Sayyidina Ali tak tahan, ingin memarahi orang tersebut, tapi dicegah oleh beliau. Beliau justru mendengarkan omongan orang tersebut sampai selesai.  Lalu berkata, "Tidak ada orang sejujur kamu. Terima kasih telah menunjukkan kesalahanku. Tapi sebenarnya masih banyak kesalahanku yang belum kamu ketahui." Maka beliaupun menghadiahkan surbannya kepada orang tersebut sebagai tanda terima kasih,  serta memberinya uang yang banyak sekali. Maka orang tersebut berubah, yang asalnya marah kepada Sayyidina Ali, menjadi kagum kepada beliau dan akhirnya berkata, أشهد أنك من أولاد رسول  اللّٰه "Saya bersaksi  bahwa kamu benar-benar keturunan Rosulullah saw. Sumber :: Kajian kitab Risalatul Mua'awanah bersama Habib Taufiq bin Abdulqodir Assegaf

Nikah Muda

 NIKAH MUDA Saat Abahku memaksaku untuk menikah "Aku ingat,saat itu usiaku masih 18 Thn,Tiba-tiba abahku memintaku untuk segera menikah,beliau sepertinya condong kpd pendapat sebagian ulama yg menyatakan : "WAJIB (jika ia mampu) bagi seorang ayah menikahkan anaknya jika ia sudah dewasa,dan sudah dipandang "perlu" untuk menikah" pendapat ini berdasarkan Hadits Riwayat Al Baihaqi dari Abdullah Bin Abbas,Rasulullah Saw bersabda : "من ولد له ولد فليحسن إسمه و أدبه فإذا بلغ فليزوجه فإن بلغ و لم يزوجه فأصاب إثما فإنما إثمه على أبيه" "Barang siapa yg memiliki seorang anak,maka berikan ia nama yg baik, dan ajarkan ia adab yg baik, jika ia sudah baligh maka nikahkanlah,jika ia sudah baligh,dan sang ayah belum menikahkannya,lantas ia jatuh dalam perbuatan dosa,maka yg menanggung. dosanya adalah ayahnya" Aku betul- betul terkejut Ketika abahku menawarkanku untuk menikah di waktu  itu,aku sama sekali tdk menyangka,krn memang aku masih bel...

MEMBACA SURAH YASIN MENURUT WAHABI VERSUS ASWAJA

MEMBACA SURAH YASIN MENURUT WAHABI VERSUS ASWAJA Penulis : Von Edison Alouisci Surat ‘Yasin’ termasuk surat Al-Qur’an Makkiyah yang agung. Bilangan ayatnya ada delapan puluh tiga ayat. Ayat-ayatnya pendek dan sangat mengena di hati orang mukmin. . Nah yang menjadi persoalannya adalah acuan sumber data tentang surat yasin ini berbeda antara wahabi dan aswaja dan menghukuminya.. dan akibatnya bisa kita lihat bahwa kaum wahabi ini mengejek aswaja dgn mengatakan membaca yasin pada kasus tertentu adalah salah karna acuan mereka berdasarkan penilaian ulama mereka yang merupakan ulama abad modern . 1.HADITS PERTAMA : . *A.VERSI WAHABI* . Hadits “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”Diriwayatkan oleh Thabrani . Hadits ini Lemah menurut wahabi . Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadi...