Langsung ke konten utama

MEMPERSIAPKAN GENERASI PEMBUKA AL AQSHA

 MEMPERSIAPKAN GENERASI PEMBUKA AL AQSHA

Sebuah fakta yang bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita, bahwa para pembuka masjidil Aqsha yakni sayidina Umar dan Shalahuddin, keduanya bukanlah orang asli Palestina.
Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu adalah orang Makkah yang pindah ke Madinah, sedangkan Shalahuddin al Ayyubi rahimahullah adalah orang Iraq yang kemudian menetap di Suriah.

Karena itulah saudara-saudara kita di Palestina pernah berkata : “Kami hari ini membela dan menjaga al Aqsha, sekedar agar ia tidak hilang dari peta dunia. Adapun yang akan membebaskan negeri ini, kami yakin bukanlah dari kami, sebagaimana sebelumnya al Aqsha dibuka bukan oleh orang-orang Palestina."

Tidak mustahil bahwa akan lahir generasi Umar dan Shalahuddin dari negeri ini. Karena kita dalam keadaan yang memungkinkan untuk banyak melakukan persiapan.
Negeri kita aman, madrasah dan pesantren tempat menempa calon pejuang bertebaran. Kita punya kesempatan lebih banyak daripada saudara-saudara kita yang negerinya dilanda konflik dan didera masa-masa sulit.

Hanya masalahnya sejauh mana kita jujur dalam berjuang untuk agamanya. Karena kelurusan niat itulah yang akan mengantarkan kita kepada karunia agung yang datang dari sisiNya.
Bukan tidak mungkin, bahwa dalam shaf-shaf pembuka al Aqsha kelak, terselip anak-anak kita, atau bahkan bisa jadi dia menjadi salah satu imam perjuangan yang berdiri paling depan.
Sudah selesai masanya tidur panjang. Sungguh, guratan duka yang tertoreh di wajah umat hari ini akan segera terobati oleh lahirnya generasi yang kita siapkan hari ini.
Pekat dan gelapnya peradaban muslimin akan lekas berganti dengan datangnya masa gilang - gemilang yang tersinari oleh fajar kemenangan yang telah lama dinanti-nantikan.
Bagaimanapun kerasnya usaha kaum kuffar dan munafiqin hari ini dalam membuat makar untuk membendung kebangkitan itu, tak akan berarti sama sekali.
Justru itu akan membuat mereka kian keras terhempas bila waktu kemenangan itu telah tiba.
Maka, jangan risaukan Islam saat ia tenggelam dan mengalami kejatuhan, karena ini hanya masalah giliran untuk ia kembali menjulang. Tapi khawatirkanlah keberadaannya bila saat itu tiba, dimanakah posisinya untuk Islam ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...

KEUTAMAAN NEGERI SYAM

  KEUTAMAAN NEGERI SYAM Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Syam secara umum adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara yaitu Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah. Dan wilayah ini memiliki fadhilah khusus baik secara tersirat maupun tersurat di dalam al Quran dan juga Hadits Nabawi. Berikut diantaranya : 1. Negeri yang diberkahi وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia”.(QS. al Anbiya :71) اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان “Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat mas...

makalah bahasa arab lengkap

Makalah Bahasa Arab BAB   I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Di dalam Bahasa Arab mempelajari Ilmu Nahwu sangatlah penting karena dari situlah bisa mempelajari bahasa arab dengan mudah. Selain itu, mempelajari Ilmu Nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, artinya ; karena menurut kaidah hukum Islam, mengerti Ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an hukumnya fardlu ‘ain. Dan sangat dianjurkan bagi manusia untuk menjaga lisannya dari kesalahan dan biasa faham artinya Al-Qur’an dan Hadits maka oleh karena itulah Ilmu Nahwu harus dipelajari dan difahami lebih didahulu dibanding ilmu yang lain karena tanpa Ilmu Nahwu tidak akan pernah dapat dipahami. B.        Pengertian Kalimat Isim yang dibaca rofa itu ada tujuh sebagaimana yang akan dibahas dalam babnya masing-masing. Fa’il itu kalimat Isim baik soreh atau muawal yang dibaca rofa yang sebelumnya t...