Langsung ke konten utama

JANGAN MUDAH MENUDUH SESAT APALAGI MENUDUH MUSYRIK

 JANGAN MUDAH MENUDUH SESAT APALAGI MENUDUH MUSYRIK!!!

Janganlah sekali-kali kita mudah menghukumi suatu perbuatan sebagai kesesatan dan kemusyrikan. Sebab, jika ada sahabat Nabi, pembesar tabiin atau imam-mam besar Islam yang pernah melakukannya, berarti tanpa sadar kita telah menuduh mereka sebagai orang-orang sesat dan musyrik.
Misalnya, jika kita menghukumi tabarruk dengan atsar nabi Muhammad adalah perbuatan syirik. Padahal, ada sahabat nabi yang bertabarruk dengan atsar nabi. Berarti tanpa sadar kita telah menuduh sahabat nabi tersebut sebagai orang musyrik.
Atau, misalnya jika kita menghukumi minta bantuan jin adalah perbuatan syirik secara mutlak. Padahal ada sahabat nabi yang pernah meminta bantuan jin. Berarti tanpa sadar kita telah menuduh sahabat nabi tersebut sebagai orang musyrik.
Atau, misalnya jika kita menghukumi bertawassul dengan nabi Muhammad adalah perbuatan syirik. Padahal ada sahabat nabi yang pernah bertawassul dengan nabi Muhammad. Berarti tanpa sadar kita telah menuduh sahabat nabi tersebut sebagai orang musyrik.
Padahal, mencaci sahabat nabi saja sudah diancam dengan laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
من سب اصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس اجمعين
“Barangsiapa yang mencela para shahabatku maka atasnya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ath-Thabraniy di dalam Al-Mu’jamul Kabir)
Mencaci para sahabat nabi saja sudah dilaknat, apalagi jika sampai menuduh mereka telah musyrik.
Bahkan, ada seorang ustad yang menyatakan bahwa mengadzani bayi ketika baru dilahirkan adalah bid'ah yang sesat. Padahal, Rasulullah SAW melakukan adzan di telinga Hasan dan Husain ketika baru dilahirkan.
Jika adzan di telinga bayi adalah bid'ah dlolalah. Berarti... Rasulullah SAW adalah pelaku bid'ah dlolalah. Apakah ustad tersebut tidak kurang ajar tanpa sadar terhadap Rasulullah SAW?
Kalau tidak tahu secara yakin atas hukum sesuatu, bukankah lebih baik diam saja dan tidak memberikan penilaian dan hukum?
Kemudian... Jika para sahabat nabi telah dicaci-maki. Maka, apa yang Rasulullah SAW perintahkan? Rasulullah SAW bersabda:
إذا ظهرت الفـتن ( او قال) البدع, و سب أصحابي فليظهر العالم علمه. فمن لم يفعل ذلك فعليه لعنة الله و الملائكة و الناس أجمعين
"Jika telah nampak fitnah-fitnah (atau beliau bersabda) bid'ah-bid'ah, atau sahabat-sahabatku telah dicaci maka semestinya orang yang alim menampakkan ilmunya. Barangsiapa yang tidak melakukan hal itu maka baginya laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya..." (Hadits ini dikeluarkan oleh Al Khatib Al Bagdadi didalam kitab Al Jami' dan selainnya) Al Bagdadi lagi... Al Baghdadi lagi..

sumber: Kyai Syaiful Anwar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...

KEUTAMAAN NEGERI SYAM

  KEUTAMAAN NEGERI SYAM Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Syam secara umum adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara yaitu Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah. Dan wilayah ini memiliki fadhilah khusus baik secara tersirat maupun tersurat di dalam al Quran dan juga Hadits Nabawi. Berikut diantaranya : 1. Negeri yang diberkahi وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia”.(QS. al Anbiya :71) اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان “Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat mas...

makalah bahasa arab lengkap

Makalah Bahasa Arab BAB   I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Di dalam Bahasa Arab mempelajari Ilmu Nahwu sangatlah penting karena dari situlah bisa mempelajari bahasa arab dengan mudah. Selain itu, mempelajari Ilmu Nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, artinya ; karena menurut kaidah hukum Islam, mengerti Ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an hukumnya fardlu ‘ain. Dan sangat dianjurkan bagi manusia untuk menjaga lisannya dari kesalahan dan biasa faham artinya Al-Qur’an dan Hadits maka oleh karena itulah Ilmu Nahwu harus dipelajari dan difahami lebih didahulu dibanding ilmu yang lain karena tanpa Ilmu Nahwu tidak akan pernah dapat dipahami. B.        Pengertian Kalimat Isim yang dibaca rofa itu ada tujuh sebagaimana yang akan dibahas dalam babnya masing-masing. Fa’il itu kalimat Isim baik soreh atau muawal yang dibaca rofa yang sebelumnya t...