Langsung ke konten utama

TUGAS KITA HANYA SEBATAS BERJUANG

 TUGAS KITA HANYA SEBATAS BERJUANG

Tugas kita hanyalah berjuang, bukan untuk menghadirkan kemenangan. Berharap menang itu boleh, menjalankan sebab untuk meraihnya adalah perintah, tapi berjuang hanya untuk menang itu salah.
Berapa banyak pejuang kebenaran, berguguran di gelap dan pekatnya malam kedzaliman. Tanpa pernah melihat terbitnya fajar kemenangan.
Tugas kita hanya berjuang, bukan untuk bisa mengalahkan kebatilan. Karena kalahnya kebatilan terkadang bukan di tangan superheronya kebenaran.
Musa yang berjuang menghadapi Fir'aun dengan berbekal mukjizat. Namun, kematian si tiran bukanlah di ujung tongkatnya yang luar biasa, tapi air lautan yang mengakhiri kecongkakan Fir'aun dengan menenggelamkannya.
Ibrahim dengan segala keberaniannya menghadapi Namrud, tapi binasanya si durjana bukan oleh mukjizat Ibrahim, tapi justru oleh sebab sekor nyamuk yang masuk ke tubuhnya.
Ketika pasukan ahzab mengepung Madinah, bukan pedang dan ujung tombak sahabat yang mengusir pasukan sekutu tersebut, namun angin puting beliung yang memporak - porandakan mereka.
Begitulah, seorang mukmin boleh jadi bukanlah seorang pemenang, tapi dia pasti adalah salah satu dari pejuang kebenaran.
Karena perjuangan itu lebih penting dari kemenangan. Berlari-larinya ummu Ismail lebih berharga dari air yang ditemukannya. Karena bila hasil perjuangannya menjadi zamzam yang berkah, maka perjuangannya menjadi sai yang jauh lebih indah karena bernilai ibadah.
Badar lebih agung dari fathul Makkah, kekalahan di Uhud lebih baik dari kemenangan Mu'tah. Karena kesungguhan jihad meski kalah, masih tetap lebih baik dari tumpukan ghanimah.
Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEUTAMAAN NEGERI SYAM

  KEUTAMAAN NEGERI SYAM Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Syam secara umum adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara yaitu Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah. Dan wilayah ini memiliki fadhilah khusus baik secara tersirat maupun tersurat di dalam al Quran dan juga Hadits Nabawi. Berikut diantaranya : 1. Negeri yang diberkahi وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia”.(QS. al Anbiya :71) اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان “Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat mas...

ULAMA YANG DIJULUKI SI TULI

  ULAMA YANG DIJULUKI SI TULI Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Sosok yang kita bicarakan ini adalah ulama generasi tabi’ut tabi’in yang begitu banyak dinukil nasehat-nasehat indah nan menggugah darinya. Hampir bisa dipastikan, jika kita membaca kumpulan nasehat dari para ulama, selalu ada “quote” terselip yang merupakan untaian nasehatnya. Karena itulah kemudian ulama ini digelari : ‌لقمان ‌هذه ‌الأمة “Lukmanul Hakimnya umat ini...”[1] Beliau adalah Abu Abdurrahman Hatim ibn Alwan bin Yusuf rahimahullah, namun lebih dikenal dengan sebutan imam Hatim al Asham yang artinya Hatim si tuli. Mengapa beliau sampai dilabeli dengan sebutan tuli ? Apakah memang pendengaran beliau terganggu sehingga dijuluki seperti itu ? Kan tidak sopan menyebut orang tuli meskipun ia tuli beneran apalagi seorang ulama ? Tidak, julukan itu tidak ada kaitannya dengan fungsi pendengaran beliau, sang imam memiliki pendengaran yang normal bahkan cenderung tajam, adapun julukan tuli ini ada kisah yang melatar belakan...

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...