KONDISI
BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF
A.
Pengertian Belajar
Belajar pada
dasarnya adalah merupakan statu proses mental karena orang yang belajar perlu
memikir, menganalisa, mengingat, dan mengambil kesimpulan dari apa yang
dipelajari. Sehubungan dengan itu terdapat bermacam-macam pendapat tentang apa
yang dimaksud dengan belajar. Dibawah ini akan diketengahkan beberapa pendapat
tentang belajar yang dikemukakan oleh beberapa aliran psikologi.
Sesuai
dengan pendapat J.L. Mursell, maka aspek aspek yang terdapat dalam kegiatan
proses belajar adalah : 1. Bahwa belajar itu bertujuan. Adanya tujuan itu akan
nyata apabila murid dihadapkan masalah. Ia bertujuan memecahkan masalah itu. Ia
terlibat dalam pemecahan masalah itu. 2. Bahwa belajar itu prosesnya berlangsung
dengan penyelidikan dan penemuan, bukan berlangsung secara ripititif. Seorang
yang belajar perlu dihadapkan pada sesuatu masalah. Untuk dapat memecahkan
masalah itu perlu adanya penyelidikan dan penemuan pemecahannya. 3. Bahwa hasil
belajar adalah munculnya pemahaman, munculnya pengertian, munculnya respond
yang berakal. 4. Bahwa hasil belajar itu tidak hanya terikat pada situasi
munculnya pemahaman saja, tetapi dapat digunakan pada situasi lain.
B.
Pengertian Mengajar
Mengajar
secara umum diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam
menyampaikan sejumlah fakta, informasi atau pengetahuan kepada siswa sesuai
dengan mata pelajaran yang diajarkannya di kelas. Pada hal fungsi guru dalam
mengajar tidak hanya menyampai sejumlah pengetahuan kepada siswa, tetapi juga
membentuk kepribadian siswa. Pengetahuan yang disampaikan hanyalah sebagai alat
untuk membentuk kepribadian siswa yang utuh dalam arti beriman dan berbudi
pekerti luhur, cerdas dan terampil, sehat jasmani dan rohani, demokratis dan bertanggunga
jawab, mandiri dan demokratis, cinta tanah air dan bangsa. Dengan demikian
didalam mengajar, guru juga mendidik. Mengajar sebagai alat untuk mendidik.
Sedang mendidik, prosesnya berlangsung dalam kegiatan mengajar. Tugas mendidik
inilah kadang-kadang dilupakan oleh guru dalam kegiatan mengajar yang
dilakukannya di kelas.
Mengajar adalah membimbing siswa, agar mengalami
proses belajar. Dalam belajar, siswa menghendaki hasil belajar yang efektif
bagi dirinya. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, guru harus membantu dengan cara
mengajar yang efektif.
Guru yang
baik tentunya mengetahui bahwa hal itu bukanlah cara terbaik dalam belajar.
Oleh sebab itu, harus disiapkan kondisi belajar yang kondusif.
1.
Menyiapkan Tempat Belajar dengan Fasilitas yang Menyenangkan
Tempat
belajar dengan fasilitas belajar yang menyenangkan tidak berarti fasilitas yang
mahal. Guru dapat mengorkestrasikan lingkungan alam di dalam tempat belajar
.Misalnya, menggunakan bunga-bunga segar untuk menciptakan aroma dan aneka
warna, menghiasi dinding dengan berbagai poster berwarna, menyuguhkan poin-poin
penting yang harus dipelajari dalam bentuk kata-kata maupun gambar. Di samping
itu, alunan musik juga sangat baik untuk menciptakan suasana yang kondusif di
ruang kelas. Jika memungkinkan, anak-anak juga bias diajak belajar di taman,
lapangan, atau kebun sekolah.
2. Mencuri
Perhatian Siswa
Saat seorang
guru memasuki kelas, dia harus dapat mencuri perhatian siswa untuk menciptakan
suasana belajar yang kondusif. Senyuman, variasi tindakan, kejutan, imajinasi,
tantangan, bahkan pakaian sangat penting dalam menciptakan iklim yang
mengasyikkan.
Jika iklim keasyikan tersebut dapat dihadirkan ketika guru memasuki ruang kelas yang direncanakan dengan baik, itulah langkah pertama dalam menyiapkan suasana kondusif untuk proses belajar yang efektif.
Jika iklim keasyikan tersebut dapat dihadirkan ketika guru memasuki ruang kelas yang direncanakan dengan baik, itulah langkah pertama dalam menyiapkan suasana kondusif untuk proses belajar yang efektif.
3.
Meruntuhkan Tembok-tembok Mental dalam Belajar
Ada tiga
tembok mental dalam belajar, yaitu (a) Tembok kritis-logis (sekolah itu tidak
mudah, mana mungkin belajar bias menyenangkan dan mudah), (b) Tembok
intuitif-emosional (Saya ini bodoh. Jadi, saya pasti tidak bias melakukannya),
(c) Tembok kritis-moral ( Belajar itu kerja keras. Jadi, lebih baik saya terus
menundukkan kepala).
Ketiga tembok mental tersebut sangat menghambat proses belajar mengajar dan harus diruntuhkan. Untuk meruntuhkan tembok-tembok mental dalam belajar tersebut, garu harus mau dan mampu memasuki dunia siswa. Guru harus memahami dunia dan karakter setiap siswa.
Ketiga tembok mental tersebut sangat menghambat proses belajar mengajar dan harus diruntuhkan. Untuk meruntuhkan tembok-tembok mental dalam belajar tersebut, garu harus mau dan mampu memasuki dunia siswa. Guru harus memahami dunia dan karakter setiap siswa.
4. Membangun
Kemitraan
Kemitraan
antarsiswa, siswa dengan guru harus dibangun. Sering terjadi guru meletakkan
siswa sebagai objek yang herus mengikuti kemauan guru, padahal banyak siswa
pergi ke sekolah dengan “agenda tersembunyi”. Mereka tidak selalui “menurut”
pada agenda sang guru. Kebanyakan para siswa sangat kesal dengan gaya
penjelasan tradisional seperti “Hari ini kalian akan belajar ini”. Sebagai
gantinya, guru dapat menawarkan bahan-bahan kurikulum dan siswa dapat memilih
apa yang mereka inginkan. Di samping itu, guru dapat meminta para siswa untuk
menentukan tujuan mereka masing-masing. Mereka kita ajak berpikir “Apa
manfaatnya bagiku?”
5.
Memvisualisasikan Tujuan Pembelajaran
Kita
hendaknya tidak memberikan pesan kepada siswa dengan mengatakan “jangan lupa
belajar atau kalian akan mendapat nilai jelek dalam ujian!”. Namun, hendaknya
siswa kita dorong untuk memvisualisasikan secara tepat bagaimana mereka akan
memanfaatkan pengetahuan baru mereka di masa depan. Kita juga dapat menanamkan
pikiran positif yang mendorong mereka untuk membaca buku guna mencari jawaban tertentu
yang dapat digunakan di masa depan.
Proses
belajar mengajar dapat terjadi dengan efektif jika keasyikan, kegembiraan,
keceriaan, dan kebersamaan dapat dihadirkan di tempat belajar (baca: kelas).
Semua itu dapat dilakukan oleh setiap pendidik hanya dengan kemauan dan kerja
keras.
C. Syarat-Syarat Mengajar Efektif
Mengajar yang efektif adalah mengajar yang dapat
membawa belajar siswa yang efektif pula. Maka, untuk mengajar
yang efektif diperlukan syarat-syarat sebagai
berikut :
· Belajar secara aktif, baik mental
maupun fisik. Didalam belajar, siswa harus mengalami aktivitas mental, dan juga
aktivitas jasmani.
· Guru harus menggunakan banyak metode
pada waktu mengajar. Dengan variasi metode, mengakibatkan penyajian bahan
pelajaran lebih menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, dan suasana
kelas menjadi hidup.
· Motivasi. Hal ini sangat berperan
pada kemajuan, perkembangan anak selanjutnyamelalui Proses Belajar Mengajar.
Bila motivasi guru tepat mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan anak dalam
belajar.
· Kurikulum yang baik dan seimbang.
Kurikulum sekolah ini juga harus mampu mengembangkan segala segi kepribadian
anak, disamping kebutuhan anak sebagai anggota masyarakat
· Guru perlu mempertimbangkan pada
perbedaan individual. Guru tidak cukup hanya merencanakan pengajaran klasikal,
karena masing-masing anak mempunyai perbedaan dalam beberapa segi, misalnya
intellegensi, bakat, tingkah laku, sikap, dll
· Guru akan mengajar dengan efektif,
bila selalu membuat perencanaan dahulu sebelummengajar. Dengan persiapan
mengajar, guru akan merasa mantap dan lebih percayadiri berdiri didepan kelas
untuk melakukan interaksi dengan siswa-siswinya.
· Pengaruh guru yang sugestif perlu
diberikan pula kepada anak. Sugesti yang kuat,akan merangsang anak untuk lebih
giat lagi dalam belajar
· Seorang guru harus memiliki
keberanian menghadapi murid-muridnya, berkenaandengan permasalahan yang timbul
pada saat Proses Belajar Mengajar berlangsung.
· Guru harus mampu menciptakan suasana
yang demokratis disekolah. Lingkunganyang saling menghormati, dapat memahami
kebutuhan anak, bertenggang-rasa, dll.
· Pada penyajian bahan pelajaran pada
anak, guru perlu memberikan persoalan yangdapat merangsang anak untuk berpikir
dan memunculkan reaksinya.
· Semua pelajaran yang diberikan anak
perlu di integrasikan, sehingga anak memiliki pengetahuan yang terintegrasi,
tidak terpisah-pisah pada sistem pengajaran lama, yangmemberikan pelajaran
terpisah satu sama lainnya.
· Pelajaran disekolah perlu
dihubungkan dengan kehidupan nyata di masyarakat.
· Dalam interaksi belajar-mengajar,
guru harus banyak memberi kebebasan pada anak untuk dapat menyelidiki
sendiri, belajar sendiri, mencari pemecahan masalah sendiri,
· Pengajaran remedial, yang diadakan
bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar,
D. Cara Mengajar Efektif
Jenis prinsip dasar dalam cara mengajar yang disajikan
di bawah ini, dapat dipakai sebagai petunjuk oleh para pengajar guna
meningkatkan cara mengajar mereka antaralain:
· Menguasai Isi Pengajaran
Hukum yang pertama dalam teori Tujuh Hukum
Mengajar´ dari John Milton Gregory berbunyi: Guru harus mengetahui apa yang
diajarkan.´ Jika guru sendiri mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan
disampaikan, ia dapat meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya
apa yang dikatakan guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran.
· Mengetahui dengan Jelas Sasaran Pengajaran
Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat
dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh
liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam
ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran
pengajaran:
1. Inti dari
sasaran harus disebutkan dengan jelas
2. Ungkapan
penting dari sasaran harus bertitik tolak dari konsep murid
3. Sasaran
harus meliputi hasil belajar.
4. Tanamkan
Susunan yang Sistematis.
E. Suasana
Pembelajaran yang Efektif
Siswa dapat
belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan dalam kondisi yang
merangsang untuk belajar. Madri M. dan Rosmawati menulis, bahwa terjadinya
proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan
keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan
tugas ajar, (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan
pengajaran yang diharapkan.
Untuk
menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan
pengorganisasian kelas yang memadai. Dalam hal ini akan diuraikan beberapa
suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran :
1. Suasana Belajar yang Menyenangkan
2. Suasana Bebas
3. Pemilihan Media Pengajaran dan Metode yang
Sesuai
F. Kondisi Belajar yang Efektif
·
Melibatkan Siswa secara Aktif
·
Menarik Minat dan Perhatian Siswa
·
Membangkitkan Motivasi Siswa
·
Memberikan pelayanan individu Siswa
·
Menyiapkan dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelajaran
Komentar
Posting Komentar