DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................
i
B. Rumusan Masalah.................................................................................
ii
C. Tujuan Penulisan................................................................................... ii
D. Metode Penulisan................................................................................. .... ii
E. Penegasan Istilah.................................................................................. .... iii
BAB II PEMBAHASAN
A.
Konsepsi Islam tentang Manusia.......................................................... .... 1
B.
Tujuan pendidikan Islam untuk proyeksi kemanusiaan........................ 2
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat ilahi rabbi,
Allah swt. Karena atas berkat limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga makalah
ini dapat penulis selesaikan tepat waktu.
Salawat serta salam semoga tepat tercurahkan kepada
Nabi junjungan kita yakni Nabiullah Muhammad saw. Karena dialah yang telah
membawa umat manusia dari jalan yang gelap gulita menuju kejalan yang benar dan
diridhoi oleh Allah.
Tak lupa penulis ucapkan terima kasih yangsebesar-besarnya
kepada rekan-rekan yang telah membantu dan memberikan sumbangsi dan saran
kepada penulis sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Dan
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin
Kolaka, 27 S
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan hal yang menarik untuk
diperbincangkan. Pendidikan secara umum dapat dilihat dimanapun kita berada
baik di dalam keluarga, institusi-institusi pendidikan, masyarakat ataupun
melalui media yang kini mulai maju yang dapat memberikan berbagai informasi.
Hubungannya dengan siapa yang melaksanakan pendidikan, siapapun berhak atas pendidikan
baik melakukan maupun memperoleh pendidikan. Lamanya proses manusia melakukan
pendidikan tidak terbatas waktunya.
Hal inilah yang menjadikan permasalahan
pendidikan menjadi menarik dengan melihat realita yang berkembang di
masyarakat. Sekolah sendiri merupakan bagian dari institusi pendidikan formal.
Realitanya jika seseorang mencari lapangan kerja tentunya perihal yang akan
ditanyakan bukanlah seberapa jujurnya orang tersebut namun apa pendidikan
terakhirnya.
Lalu sebagai umat muslim yang memiliki perhatian
terhadap pendidikan Islam. Kondisi saat ini masyarakat telah memahami
pendidikan hanya dalam sebuah wadah yang dinamakan sekolah. Sedangkan tujuan
mendasar pendidikan Islam pun diatur dalam peraturan pemerintah . Tidak hanya
pendidikan Islam saja namun pendidikan semua agama pun diatur oleh pemerintah
bahwa Pendidikan Agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan
membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan
ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata
pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Suatu tujuan akan nilai dari pendidikan
perlahan-lahan pun mulai luntur. Semakin berat meskipun negara ini sudah lama merdeka namun seakan masih
dalam penjajahan. Menjadi suatu harapan besar jika seluruh masyarakat dapat
menempuh pendidikan dan mengembalikan nilai pendidikan itu sendiri agar menjadi
proyek kemanusiaan bukan proyek mengejar materi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, pemakalah menemukan
beberapa rumusan masalah, diantaranya:
1. Bagaimana konsepsi islam tentang manusia?
2. Apa tujuan pendidikan islam untuk proyeksi kemanusiaan?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui konsepsi islam tentang
manusia.
2. Untuk mengetahui tujuan pendidikan islam untuk proyeksi kemanusiaan.
D. Manfaat Penulisan
1. Untuk mengetahui konsepsi islam tentang
manusia.
2. Untuk mengetahui tujuan pendidikan islam untuk proyeksi kemanusiaan.
E. Penegasan Istilah
1. Menggagas
Menggagas berasal dari kata dasar gagas, yang
mendapatkan imbuhan meng-, yang memiliki arti memikirkan sesuatu.
2. Pendidikan
Istilah pendidikan adalah terjemahan dari bahasa
Yunani paedagogie yang berarti
“pendidikan” dan paedagogia yang
berarti “pergaulan dengan anak-anak”.
3. Islam
Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW., berpedoman pada
kitab suci Al-Qur’an, yang duturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.
4. Proyeksi
Proyeksi adalah perkiraan tentang suatu keadaan masa yang akan datang
dengan menggunakan data yang ada (sekarang).
5. Kemanusiaan
Manusia adalah makhluk yang berakal budi, jadi kemanusiaan adalah
sifat-sifat yang di miliki oleh manusia.
Jadi, menggagas
pendidikan islam untuk proyeksi kemanusiaan adalah memikirkan atau membahas
tentang ajaran yang membentuk kepribadian muslim untuk pandangan mendatang oleh
manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsepsi Islam tentang Manusia
Pembahasan tentang ilmu pendidikan tidak mungkin terbebaskan dari obyek
yang menjadi sasarannya, yaitu manusia. Dan karena yang menjadi topik pembahasan
sekarang adalah pendidikan islam, maka secara filosofis harus mengikutsertakan
obyek utamanya yaitu manusia.
Islam memiliki konsepsi manusia dan alam semesta yang jelas dan wajib
diimani oleh manusia. Konsep-konsep itu adalah:
1. Islam memiliki
kejelasan pikiran yang menjadi landasan hidup seorang muslim.
2. Islam memiliki
kelogisan aqidah dan kesesuaiannya dengan fitrah, akal dan jiwa manusiawi.
3. Islam memiliki obyek keyakinan yang jelas, karena
disajikan secara memuaskan lewat al-Qur’an yang dengannya, manusia akan
menyaksikan realitas sebagai bahan perenungan serta mengantarkan manusia pada
pengetahuan tentang kekuasaan dan keesaan Allah sesuai dengan tabiat psikologis
dan fitrah keagamaan manusia.
4. Jika diantara kita ada
yang bertanya-tanya, mengapa al-Qur’an menggunakan dialog yang menyentuh
perasaan dan emosi serta membahas akal dan pengalaman yang mampu mengalirkan
air mata dan menimbulkan getaran hati tatkala semuanya diungkapkan secara
berulang-ulang, terutama tentang alam semesta dan diri.
B. Tujuan Pendidikan Islam untuk Proyeksi
Kemanusiaan
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin
dicapai oleh kegiatan pendidikan. Abu Ahmad mengatakan bahwa tahap-tahap tujuan
pendidikan Islam untuk proyeksi
kemanusiaan meliputi :
1. Tujuan Tertinggi/ Terakhir
Tujuan ini bersifat mutlak, tidak mengalami
perubahan dan berlaku umum, karena sesuai dengan konsep ketuhanan yang
mengandung kebenaran mutlak dan universal. Tujuan tertinggi tersebut dirumuskan
dalam satu istilah yang disebut “insan kamil” (manusia paripurna).
Indikator insan kamil tersbut diantaranya menjadi hamba Allah, mengantarkan
subjek didik menjadi khalifah Allah fi Al-ardh, untuk memperoleh kesejahteraan
kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat, dan terciptanya manusia yang
mempunyai wajah Qur’ani.
2. Tujuan Umum
Tujuan umum ini lebih bersifat empirik dan
realistik. Al Abrasyi misalnya menyampaikan bahwa tujuan pendidikan Islam
adalah untuk mengadakan pembentukan akhlak yang mulia, persiapan untuk
kehidupan dunia dan akhirat, persiapan untuk mencari rejeki, menumbuhkan
semangat ilmiah, dan menyiapkan pelajar dari segi professional.
3. Tujuan Khusus
Tujuan khusus adalah pengkhususan atau
operasional tujuan tertinggi yang bersifat relative sehingga dapat berubah
menyesuaikan kebutuhan. Tujuan pendidikan bisa dibuat berdasarkan kultur dan cita-cita suatu bangsa, minat, bakat, kesanggupan subyek
didik, dan tuntutan situasi.
4. Tujuan Sementara
Tujuan sementara pada umumnya merupakan
tujuan-tujuan yang dikembangkan dalam rangka menjawab segala tuntutan
kehidupan. Zakiah Darajat menyatakan bahwa tujuan sementara itu merupakan
tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu
yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal.
Tujuan diatas lebih mengarah pada suatu konsep
kurikulum yang terikat pada institusi yang dinamakan sekolah/ madrasah.
Tujuan-tujuan tersebut sangat indah dalam suatu konseptual namun realitanya
pendidikan di Indonesia lebih berkiblat pada pendidikan pragmatis Amerika.
Jika tujuan sementaranya agar peserta didik
menjadi profesional maka orientasinya jelas
adalah materi. Maka kedudukan pendidikan agama tidak lebih sebagai ilmu
komplementer atau sekedar pelengkap. Tidak salah jika materi dijadikan tujuan
tetapi alangkah indah jika orang lain merasakan manfaat dari ilmu yang kita
miliki.
Kenyataan ini dapat dilihat dari para orang tua yang menginginkan anaknya
terampil dalam segala hal, mereka tanpa memperdulikan tahap perkembangan
anaknya memaksa mereka untuk sekolah di sekolah elit, memasukkannya ke berbagai
lembaga kursus. Hal ini menjadi masalah jika anak selaku peserta didik menjadi
stress ataupun jika tidak ia hanya akan menjadi orang yang cerdas dalam teori
namun tidak dapat memecahkan persoalan di masyatakat.
Untuk itu, tujuan pendidikan Islam meliputi empat aspek yaitu jasmani, ruhani, akal, dan sosial. Jika kita menginginkan pendidikan dapat membuat manusia menjadi insan kamil maka output dari pendidikan tersebut harus adalah orang-orang yang kuat secara fisik dan mental, memiliki kesalehan, hati yang bersih dan memliki kedekatan dengan Allah, cerdas dalam berfikir, dan mampu menjadi problem solver bagi masyarakat.
Untuk itu, tujuan pendidikan Islam meliputi empat aspek yaitu jasmani, ruhani, akal, dan sosial. Jika kita menginginkan pendidikan dapat membuat manusia menjadi insan kamil maka output dari pendidikan tersebut harus adalah orang-orang yang kuat secara fisik dan mental, memiliki kesalehan, hati yang bersih dan memliki kedekatan dengan Allah, cerdas dalam berfikir, dan mampu menjadi problem solver bagi masyarakat.
Winkel mengemukakan ranah yang harus diperhatikan terhadap peserta didik
yaitu kognitif terkait dengan pengetahuannya, afektif terkait dengan sikap dan
perilakunya, dan psikomotorik yaitu praktik atau penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari. Jika ada seorang pendidik yang mengharapkan
imbalan tentunya adalah wajar karena setiap orang memiliki kebutuhan. Namun bukan berarti materi yang menjadi orientasi
utama bagi pendidik maupun peserta didik nantinya. Seorang pendidik ataupun
output dari suatu proses pendidikan harus membuka mata dengan keadaan
masyarakat dan siap mengabdi pada masyarakat dengan selalu menanamkan dalam
hati apa tujuan akhir seorang penuntut ilmu yaitu bahagia di dunia dan di
akhirat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
makalah ini adalah :
1. Islam memiliki konsepsi
manusia dan alam semesta yang jelas dan wajib diimani oleh manusia.
Konsep-konsep itu adalah:
a. Islam memiliki
kejelasan pikiran yang menjadi landasan hidup seorang muslim.
b. Islam memiliki
kelogisan aqidah dan kesesuaiannya dengan fitrah, akal dan jiwa manusiawi.
c. Islam memiliki obyek keyakinan
yang jelas, karena disajikan secara memuaskan lewat al-Qur’an yang dengannya,
manusia akan menyaksikan realitas sebagai bahan perenungan serta mengantarkan
manusia pada pengetahuan tentang kekuasaan dan keesaan Allah sesuai dengan
tabiat psikologis dan fitrah keagamaan manusia.
2. Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan
pendidikan. Abu Ahmad mengatakan bahwa tahap-tahap tujuan pendidikan Islam untuk proyeksi kemanusiaan meliputi :
a. Tujuan Tertinggi/ Terakhir
b. Tujuan Umum
c. Tujuan Khusus
d. Tujuan Sementara
B. Kritik dan Saran
Sebagai kata penutup dalam makalah ini, pemakalah menyadari masih ada
kekurangan dan kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyusunan.Oleh karena
itu, besar harapan dari pemakalah untuk saran dan kritik dari pembaca yang
bersifat membangun demi kebaikan dalam pembuatan.
DAFTAR PUSTAKA
http://sigitmujahid.blogspot.com/2010/04/mengembalikan-pendidikan-islam-sebagai.html
Nata Abuddin, Pemikiran Pendidikan Islam
& Barat, Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2012, cet. Ke-1.
Syafaat Aat dkk, Peranan Pendidikan Agama
Islam, Jakarta: Rajawali Pers, 2008, cet. Ke 1.
Darajat Zakiyah, Ilmu Pendidikan
Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
An Nahlawi Abdur
Rohman, Pendidikan Islam di Rumah,Sekolah
dan Masyarakat, Jakarta: Gema Insani, 1995.
Komentar
Posting Komentar