Langsung ke konten utama

Surat terakhir Sang ibu




Surat terakhir Sang ibu
Bagaimana kabarmu sayang… ibu harap ananda selalu dalam lindungan Allah. Ibu terpaksa menulis surat ini…rasa kangen di dada ibu ini rasanya sudah tak tertahankan lagi sayang. Ibu minta maaf… kalau kedatangan surat ini menganggu belajar ananda.
Maafkan ibu kalau surat ini membuat ananda malu dengan teman-teman. Sungguh …tidak ada niat ibu seperti itu. Hanya didasari rasa rindu dengan ananda.
Sayang ingin rasanya ibu menjengukmu kesana. Wajah ananda selalu muncul di mimpi ibu. Tapi niat ibu itu selalu ibu kubur dalam-dalam. Hanya satu alasan ibu sayang… ibu ingin anak ibu mandiri… ibu ingin anak ibu bisa merenungi kesendirian tanpa kehadiran ibu di sampingmu.
Anakku yang ibu sayangi… ibu bangga dengan ananda. Ananda mampu berjuang untuk ibu dan ayah…..sampai didetik ini.
Tentunya ananda akan memberikan yang terbaik buat ibu dan ayah….
Tapi disurat ini, ayah dan ibu ingin menegaskan…..
Sekali lagi kami ingin menegaskan kepada ananda….
Jangan takut untuk mendaki puncak suksesmu….
Dan jaaaangannn pernah takut untuk mengalami kegagalan…
Demi Allah …. bukan nilai-nilai dan angka-angka yang ayah dan ibu harapkan
Bukan selembar surat tanda kelulusan yang ibu harapkan…
Tapi….meskipun engkau bukan yang terbaik di sekolahmu…..
Ananda adalah yang terbaik di hati ibu…..
Ibu tidak akan kecewa jika akhirnya langkah kecilmu sedikit terhenti…
Tapi ibu akan kecewa jika engkau gagal meneruskan langkahmu untuk
Menjaga senyum ayah dan ibu….
Menjadi anak yang sholeh dan sholihah……itulah yang hanya akan menjamin ibu tenang di dunia maupun ketika Allah nantinya menjemput ibu.
Ibu berharap kesempatan yang diberikan Allah digunakan oleh ananda untuk berbenah.
Masih banyak waktu untuk memberikan yang terbaik yang ananda punya.
Sekali lagi jadilah yang terbaik untuk Ibu dan dzat yang selalu menjaga ibu yaitu Allah.
Ketahuilah ananda, Apa yang ibu harapkan ketika berjuang dengan susah payah melahirkan ananda. Ketika wajah lucu ananda muncul di dunia ini, hanya satu doa ibu saat itu… ”Duhai Allah… Engkaulah yang menggenggam takdir anakku ini. Aku mohon jadikanlah anakku sebagai anak yang sholeh dan sholihah. Jadikanlah anakku ini bisa membahagiakanku kelak di tidur panjangku ya Allah. Jadikanlah ia anak yang dapat membuatku bangga kelak dihadapanMu ya Allah. Jangan Engkau pisahkan kami ya Allah. kumpulkan kami untuk memasuki surgaMu bersama-sama ya Allah, jangan engkau pisahkan kami ya Allah”.
Sampai sekarang Ibu selalu mengulang-ulang doa itu. Ibu sangat mengharap agar doa itu menjadi kenyataan.
Ananda… Ibu tidak tahu lagi berapa lama lagi Allah memberi perpanjangan umur ini. Ibu merasa sudah letih dan tua. Ibu mempunyai firasat malaikat maut tidak lama lagi akan datang menjemput ibu.
Jika ternyata surat ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Dan akhirnya kita tidak bertemu kembali didunia ini……
Dan akhirnya nanti ananda pulang dan tidak mendapati ibu lagi di rumah.
Maafkan ibu ya sayang… kalau selama ini banyak salah terhadap ananda. Menyuruh ananda belajar, sholat, istirahat dan sepertinya nanda tidak suka jika ibu menyuruh ananda. Jangan pernah dendam sama ibu ya. Bantu ibu dengan doa-doa nanda, hanya doa nanda harapan ibu satu-satunya yang dapat meringankan beban ibu dihadapan Allah.
Ananda tersayang … ibu titip… rawat bapak dan adik-adikmu dengan baik. Sayangi beliau yang sudah memeras keringatnya demi kebahagiaan ananda selama ini. Bapak sudah merelakan waktu dan tenaganya setiap hari hanya untuk sekolah nanda, buku ananda, atau bahkan pulsa ananda. Jangan engkau khianati jerih payahnya selama ini ya sayang. Ibu yakin seluruh jerih payah bapak yang di berikan kepada ananda semuanya untuk kebaikan dan tidak ada yang nanda hambur-hamburkan.
Sekali lagi pesan ibu jangan sakiti hatinya sedikitpun ya sayang.

Wassalamualaikum wr wb
Dari Ibumu yang mencintaimu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEUTAMAAN NEGERI SYAM

  KEUTAMAAN NEGERI SYAM Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Syam secara umum adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara yaitu Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah. Dan wilayah ini memiliki fadhilah khusus baik secara tersirat maupun tersurat di dalam al Quran dan juga Hadits Nabawi. Berikut diantaranya : 1. Negeri yang diberkahi وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia”.(QS. al Anbiya :71) اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال منها يخرج قرن الشيطان “Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat mas...

BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL

 BIOGRAFI SYEKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH BA-FADOL Nama dan Nasab Beliau : Seorang yang sholeh, alim, faqih, seiykh al-allamah Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar bin Muhammad Ba-fadol. Dilahirkan di Kota Tarim-Hadramaut-Yaman pada tahun 850 H. Guru-guru Beliau : Beliau belajar pertama kali kepada ayahnya (Seiykh Abdurrahman), dan beberapa tokoh ilmuan lainnya dari sadah (keluarga) bani alawi di kota Tarim pada waktu itu. Kemudian beliau pergi ke kota Aden dan belajar bersama Seiykh Muhammad Bin Ahmad Ba-fadol, Seiykh Abdullah Bin Ahmad Ba-mahromah, dan  Sayyid Umar Bin Abdurrahman Ba-alawi. Kemudian beliau pergi ke kota Haromaen (Mekah dan Madinah), dan belajar di Mekah bersama Qodi Burhanudin, dan Muhibudin AT-Tobri , dan di Madinah dengan seiykh Muhammad Bin Abi Faraj Al-Usmani, dan Abi Fatah Al-Mawafi dan masih banyak guru-gurunya yang tidak kami sebutkan. Murid-murid Beliau : Ada banyak orang yg belajar dengan beliau. Dan yang paling legendaris di antara mu...

ULAMA YANG DIJULUKI SI TULI

  ULAMA YANG DIJULUKI SI TULI Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq Sosok yang kita bicarakan ini adalah ulama generasi tabi’ut tabi’in yang begitu banyak dinukil nasehat-nasehat indah nan menggugah darinya. Hampir bisa dipastikan, jika kita membaca kumpulan nasehat dari para ulama, selalu ada “quote” terselip yang merupakan untaian nasehatnya. Karena itulah kemudian ulama ini digelari : ‌لقمان ‌هذه ‌الأمة “Lukmanul Hakimnya umat ini...”[1] Beliau adalah Abu Abdurrahman Hatim ibn Alwan bin Yusuf rahimahullah, namun lebih dikenal dengan sebutan imam Hatim al Asham yang artinya Hatim si tuli. Mengapa beliau sampai dilabeli dengan sebutan tuli ? Apakah memang pendengaran beliau terganggu sehingga dijuluki seperti itu ? Kan tidak sopan menyebut orang tuli meskipun ia tuli beneran apalagi seorang ulama ? Tidak, julukan itu tidak ada kaitannya dengan fungsi pendengaran beliau, sang imam memiliki pendengaran yang normal bahkan cenderung tajam, adapun julukan tuli ini ada kisah yang melatar belakan...